Kupangmetro – Untuk meningkatkan keahlian dan ketrampilan anak usia 18-29 tahun, Yayasan Plan Internasional Indonesia didukung Standart Chartered Foundation untuk project Futuremakers memberi bantuan berupa dana kepada 12 orang anak binaan yang berada di dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kupang.
Pemberian bantuan dana binaan sebesar Rp 1.750.000 kepada masing-masing anak adalah program yang bertujuan untuk melatih dan meningkatkan ketrampilan soft skill berupa pelatihan menjahit, menganyam maupun ketrampilan tangan lainnya serta pemasaran terhadap produk yang dihasilkan.
General Manager (GM) Koperasi Kredit (Kopdit) Swasti Sari, Hendra Siki mengatakan, dalam project Futuremakers tersebut, Kopdit Swasti Sari dipercaya sebagai lembaga penyalur dana. “Dari proses penilaian secara menyeluruh dari Plan Indonesia, Kopdit Swasti Sari dianggap layak sebagai lembaga yang menyalurkan dana bantuan. Dana yang diterima oleh anak-anak binaan didaftarkan sebagai anggota Kopdit Swasti Sari. Kepada 12 orang anak di LPKA Kupang yang masing-masing mendapat Rp 1.750 Ribu”, ungkap Siki, Kamis (12/10/2023).

Acara penyerahan buku tabungan sebagai anggota Kopdit Swasti Sari kepada 12 anak binaan Lapas Anak Kupang di LPKA Kota Kupang dihadiri Pelaksana Tugas Kepala LPKA Kupang, Gidion I. A. S. Pally serta dari pihak Plan Indonesia Alberth Amtiran.
Menurut Siki, dengan menjadi anggota Kopdit Swasti Sari, anak-anak binaan tersebut diharapkan dapat mengembangkan usaha dengan kemampuan atau keahlian yang telah diajarkan seperti menjahit, membuat anyaman dan kerajinan tangan lainnya untuk dipasarkan dengan mengacu pada Segmentasi Pasar, Penetapan Target Pasar serta Diferensiasi dan Posisi Pasar yang nantinya juga akan dibantu dalam memasarkan hasil kerajinan tangan tersebut.
Sementara Kopdit Swasti Sari jelas Siki, membantu dalam konteks finansial literasi atau Literasi Keuangan dengan memberikan pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan untuk meningkatkan pengelolaan keuangan guna mencapai kesejahteraan keuangan dalam usaha.
Selain itu kata Siki, Kopdit Swasti Sari juga membantu memberikan teknis menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dari suatu produk dengan mengetahui biaya produksi masing-masing produk, sehingga dapat ditentukan harga jual yang nilainya bisa bersaing di pasaran. Sedangkan modal yang diberikan lanjut Siki, akan dijadikan sebagai tabungan dan saham agar nantinya dapat digunakan untuk pinjam dengan tujuan mengembangkan usaha.
Project Futuremakers sebenarnya telah dimulai sejak Maret 2023 lalu dengan dengan jumlah keseluruhan anak yang mendapat bantuan sebanyak 200 anak yang tersebar diberbagai lembaga pembinaan seperti Lapas Anak, Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan total dana sebanyak Rp350 juta.
Project Futuremakers yang digagas Plan Indonesia untuk pembinaan anak, pendanaannya disalurkan melalui Kopdit Swasti Sari dan Kopdit Swasti Sari pula yang bertugas memberikan pemahaman tentang finansial literasi, khususnya keuangan usaha. “Selain itu, bisa juga dari produk Swasti Sari diberikan dalam bentuk modal usaha karena anak-anak binaan tersebut adalah pengusaha pengusaha muda baru, ungkap Siki.
Untuk diketahui, saat ini jumlah anggota Kopdit Swasti Sari mencapai 180 Ribu anggota dan ditargetkan pada akhir Desember 2023 mendatang mencapai akan mencapai 200 Ribu anggota dengan total aset per September 2023 telah mencapai Rp 1,1 Triliun. (andi sulabessy)















