Kupangmetro – Kebakaran yang terjadi di Jalan Timor Raya Km 8, RT 33 RW 11, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang, pada Jumat 18 Agustus 2023 menghanguskan sedikitnya enam unit tempat usaha bersama barang-barang yang ada didalamnya.
Namun dari seluruh barang milik korban yang berada di Enam tempat usaha tersebut, hanya ada sebuah Al Quran milik Mahmud pemilik kios yang masih utuh atau tidak hangus terbakar.

Tragedi memiluhkan yang menimpa warga Kelurahan Oesapa sehari setelah perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 78 itu menyisahkan sedih yang mendalam bagi korban kebakaran.
Menyikapi tragedi tersebut, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Nusa Tenggara Timur dibawah komando Muhammad Ikhsan Darwis selaku ketua HIPMI NTT langsung berinisiatif untuk membantu meringankan beban yang dialami Enam orang pelaku usaha korban kebakaran dengan memberi bantuan.
Ketua HIPMI NTT, Muhammad Ikhsan Darwis mengatakan, HIPMI sebagai lembaga yang terdiri dari para pelaku usaha sudah sepatutnya mempunyai perhatian kepada seluruh pelaku usaha tanpa terkecuali.
“Sebagai Lembaga yang terdiri dari pelaku usaha, sudah sepatutnya HIPMI NTT turut memberi dukungan kepada seluruh sesama pelaku usaha”, ungkap Ikhsan Darwis, yang juga Caleg dari Partai Golkar untuk DPRD Kota Kupang, Sabtu (19/8/2023) di Kupang.
Bantuan yang diberikan HIPMI NTT kepada Enam orang pelaku usaha korban kebakaran berupa sejumlah uang yang diserahkan langsung oleh ketua HIPMI NTT, M. Ikhsan Darwis yang didampingi pengurus HIPMI NTT Sokan Teibang dan Safri Rauf.
Ikhsan Darwis mengatakan, HIPMI NTT sebagai lembaga yang terdiri dari para pelaku usaha merasa terpanggil untuk membantu para korban serta ikut merasakan duka yang dialami korban.
“Semoga para korban cepat pulih dan kembali bangkit untuk membangun kembali usaha mereka”, ungkap Ikhsan Darwis ketika menyerahkan bantuan kepada korban kebakaran yang didampingi pengurus HIPMI NTT.
Mahmud salah satu korban kebakaran menyatakan terima kasihnya kepada HIPMI NTT dan berharap dengan bantuan yang diterima, dirinya bersama korban kebakaran yang lain dapat kembali bangkit untuk memulai usaha.
Enam unit usaha yang terbakar yakni satu unit warung makan, counter HP, kios, pangkas rambut, sablon serta satu unit usaha etalase alumunium. (andi sulabessy)















