Kupangmetro — Sebanyak kurang lebih 500 atlet Taekwondo dari 18 Dojang di Kota Kupang selama Tiga hari mengikuti kejuaraan Taekwondo memperebutkan Piala Pengurus Cabang (Pengcab) Taekwondo Indonesia (TI) Kota Kupang untuk Dua kategori yakni Kyorugi dan Poomsae.
Kejuaraan yang digelar mulai tanggal 4 sampai 6 Agustus 2023 di lapangan Futsal GOR Oepoi Kota Kupang hanya menurunkan Dua kelas yakni Cadet (usia 12-14 Tahun) dan Pra Cadet (5 -11 Tahun)
Ketua Pengcab Taekwondo Indonesia Kota Kupang, Obed Djami mengatakan dengan digelarnya event atau turnamen semacam ini dapat melahirkan atlet baru yang berprestasi karena Provinsi Nusa Tenggara Timur pada 2028 mendatang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Untuk itu perlu dicari bibit atlet berprestasi untuk persiapan PON,” kata Obed Djami.
Obed Djami juga menegaskan, Pengcab TI Kota Kupang secara tegas melarang pengurus Dojang untuk memasukan kepentingan politik kedalam organisasi, karena Taekwondo adalah salah satu cabang olahraga prestasi.
“Taekwondo adalah Olahraga prestasi sehingga tidak boleh ada unsur politik walau event dilakukan ditahun politik,” tegas Djami.
Senada dengan Ketua Pengcab, sekertaris Pengcab TI Kota Kupang, Erdy Nuga menyebut, hampir semua even atau kejuaraan Taekwondo yang digelar merupakan ajang untuk mempersiapkan atlet Taekwondo menuju PON 2028.
Untuk itu katanya pada bulan September 2023 mendatang akan ada lagi even yang digelar oleh Dojang Liliba berupa open turnamen yang melibatkan seluruh Kabupen Kota se Nusa Tenggara Timur. “Namun sampai saat ini baru kabupaten di dataran Timor yang menyatakan kesiapannya, sementara dari Wilayah Flores baru Kabupaten Nagekeo,” ungkap Erdy Nuga.
Sementara itu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kupang melalui Eduard Penu Weo menyatakan apresiasi kepada Pengcab TI Kota Kupang karena telah melakukan event yang bermartabat.
KONI Kota Kupang kata Penu Weo mengaku kekurangan dana sehingga tidak banyak membantu Pengcab TI Kota Kupang pada kejuaraan saat ini.
“Seharusnya KONI membantu berupa Dana kepada TI Kota Kupang untuk setiap penyelenggaraan event atau pertandingan,” katanya.
Kota Kupang Pemegang Sabuk Hitam Terbanyak
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Nusa Tenggara Timur, Fransisko Besi menyebutkan, saat ini atlet Taekwondo pemegang sabuk hitam paling banyak adalah dari Pengcab TI Kota Kupang.
“Saat ini atlet Taekwondo pemegang sabuk hitam paling banyak berada di Pengcab Kota Kupang, yakni mencapai 70 orang atlet mulai dari DAN 1 hingga DAN 6,” kata Fransisko Besi dihadapan para atlit Taekwondo yang akan bertanding pada kejuaraan Pengcab TI Kota Kupang, Jumad (4/08/2023).
Pengprov TI Nusa Tenggara Timur jelas Fransisko saat ini juga sudah bisa menggelar ujian kenaikan tingkat untuk sabuk hitam karena Pengprov TI Nusa Tenggara Timur telah mempunyai Dua orang penguji tingkat Nasional yang bersertifikat.
“Sebelumnya pada tanggal 3 dan 4 Juni 2023 lalu telah dilakukan ujian kenaikan sabuk dari sabuk merah ke sabuk hitam,” ungkap Besi.
Selain itu lanjut Fransisko, Ujian kenaikan tingkat saat ini juga telah menggunakan sistem pendataan yang dinamakan Taekwondo Indonesia Integrated System (TIIS). Dengan sistem ini, lanjut Fransisko rangking seluruh atlet Taekwondo yang ada di Indonesia bisa terpantau.
“Dengan sistem TIIS ini juga hasil ujian kenaikan tingkat atau UKT bisa langsung diketahui satu jam setelah ujian dilaksanakan,” jelasnya. (andi sulabessy)















