Kupangmetro — Dokter spesialis obstetri dan ginekologi, dr. Erma Amelie Rantai La’abi, mengajak kaum perempuan di Kota Kupang untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan reproduksi melalui pemeriksaan dan deteksi dini kanker serviks atau kanker leher rahim.
Ajakan tersebut disampaikan dalam edukasi kesehatan pada kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) PINTI Kota Kupang yang berlangsung di Alun-Alun Kota Kupang, Sabtu (17/10/2026).
Dijelaskan bahwa kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang dapat dicegah melalui upaya pencegahan dan deteksi dini karena Penyakit tersebut berkaitan dengan infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama jenis HPV berisiko tinggi yang dapat menyebabkan perubahan sel pada leher rahim.
Menurutnya, perempuan yang sudah menikah atau pernah melakukan hubungan seksual perlu memperhatikan skrining kanker serviks secara berkala sesuai anjuran tenaga kesehatan.
“Jangan ragu dan jangan malu untuk melakukan pemeriksaan. Dengan deteksi dini, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan leher rahim dan mengambil langkah penanganan apabila ditemukan kelainan,” katanya.
Dijelaskan bahwa salah satu metode skrining yang dapat dilakukan adalah inspeksi visual dengan asam asetat atau IVA test. Pemeriksaan ini membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi perubahan pada leher rahim yang membutuhkan evaluasi lebih lanjut.
“Selain IVA test, pemeriksaan HPV DNA juga dapat digunakan untuk mendeteksi keberadaan HPV berisiko tinggi yang berkaitan dengan kanker serviks,” tambahnya..
Untuk melakukan skrining, masyarakat tidak harus ke Rumah Sakit, tetapi di Puskesmas yang ada di Kota Kupang juga telah menyediakan layanan pemeriksaan kanker serviks sehingga perempuan dapat berkonsultasi dan memperoleh pelayanan kesehatan lebih dekat dengan tempat tinggal.
Ditambahkan juga bahwa hasil skrining perlu ditindaklanjuti sesuai rekomendasi tenaga kesehatan, jika ditemukan hasil positif atau kelainan, pasien perlu menjalani evaluasi untuk menentukan penanganan yang tepat berdasarkan kondisi masing-masing.
“Selain skrining, pencegahan kanker serviks juga dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV sesuai rekomendasi tenaga kesehatan,” jelasnya.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk mencari informasi yang benar mengenai pemeriksaan dan vaksinasi di fasilitas pelayanan kesehatan karena dengan pemeriksaan berkala sesuai anjuran akan meningkatan pengetahuan serta mendapat tindak lanjut medis yang tepat, sehingga risiko kanker serviks dapat ditekan dan peluang memperoleh penanganan sejak awal menjadi lebih baik.
Upaya tersebut sejalan dengan semangat program Selamatkan Perempuan Indonesia atau SPRINT, yang mendorong perhatian terhadap kesehatan perempuan sejak masa remaja, persiapan kehamilan, persalinan, hingga usia reproduktif.
(Andi Ilham Sulabessy)













