Kupangmetro — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Melki Laka Lena menyebutkan ada dua isu sentral yang dihadapi masyarakat Nusa Tenggara Timur, yakni stuntting dan pekerja migran.
“Kedua issue ini sangat penting karena menyangkut masa depan masyarakat Nusa Tenggara Timur”, sebut Melki Laka Lena pada acara Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman yang diselenggarakan oleh Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) bekerjasama dengan Komisi IX DPR RI, Sabtu (23/12/2023) di Kupang.
Bagi Melki Laka Lena, issue pekerja migran merupakan issue yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan karena ada kaitan dengan perdagangan orang yang selama ini terjadi. “Perdagangan orang dengan modus bekerja keluar negeri merupakan kejahatan kemanusiaan yang biasanya dilakukan secara rapi oleh sindikat”, ungkap Laka Lena.
Laka Lena yang juga Ketua DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Timur ini membeberkan, sesuai data yang diperoleh pihaknya, pada tahun 2023, tercatat sebanyak 1.286 orang yang pergi bekerja keluar negeri. Sedangkan 146 orang Tenaga Kerja Wanita asal NTT meninggal dunia yang semuanya bekerja diluar negeri tanpa melalui prosedur atau non prosedural.
“Sebelum pergi bekerja keluar negeri sebaiknya mereka (calon pekerja migran) harus mendaftar melalui jalur resmi”, imbaunya.
Calon pekerja migran kata Laka Lena, terlebih dulu menyiapkan dan melengkapi dokumen yang menjadi syarat administrasi seperti dokumen kependudukan dukumen kesehatan serta dokumen lain sehingga pekerja migran juga tercatat di Kantor Kedutaan Indonesia di negara yang menjadi tujuan.
Selain itu para calon pekerja migran juga sebaiknya memiliki keterampilan khusus sehingga tidak menyusahkan diri sendiri dan pemerintah. “Kemampuan bahasa asing perlu sehingga tidak menyusagkan diri sendiri sewaktu tiba di negara yang menjadi tujuan bekerja”, jelas Melki.
Kedepan kata Melki Laka Lena, pemerintah pusat akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang bertaraf Nasional sehingga memudahkan calon pekerja migran dari Nusa Tenggara Timur yang akan bekerja diluar negeri.
Penulis Andi Ilham Sulabessy














