Sabu Raijua – Kupangmetro.com -20 Mei 2026-Sebuah perahu ketinting milik warga Desa Lobohede, Kecamatan Hawu Mehara, Kabupaten Sabu Raijua, tenggelam setelah dihantam gelombang besar saat dalam perjalanan pulang melaut pada Rabu (20/5/2026) dini hari. Peristiwa ini menewaskan satu orang, sementara dua lainnya selamat dan salah satunya berada dalam kondisi kritis.
Â
Kepolisian Resor Sabu Raijua membenarkan terjadinya musibah tersebut. Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Sabu Raijua, IPTU Defrorintus M Wee S.H., saat dikonfirmasi mewakili Kapolres Sabu Raijua, AKBP Paulus Naatonis S.I.P., M.H.
Â
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula pada Selasa (19/5/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Saat itu, pemilik perahu Imanuel Lappa (56 tahun) berangkat melaut mencari ikan bersama dua rekannya, Ruben Djara (36 tahun) dan Lukas Hada (37 tahun). Mereka menggunakan perahu berbahan fiber menuju perairan Kepala Meting, Desa Lobohede.
Â
Sekitar pukul 01.00 WITA, saat ketiganya dalam perjalanan pulang melewati mulut perairan Kepala Meting, tepatnya di wilayah Uba Dara Popo, perahu yang ditumpangi tiba-tiba dihantam gelombang besar. Hantaman keras itu membuat perahu terbalik dan tenggelam ke dasar laut.
Â
Saksi mata Hendrik Riwu Ratu, yang saat itu sedang memilah rumput laut di bibir pantai berjarak ratusan meter, melihat kejadian tersebut dan segera melaporkannya ke warga lain serta kerabat korban. Mendengar teriakan minta tolong, Hendrik bersama lima warga lainnya segera menaiki perahu untuk melakukan pencarian dan pertolongan.
Â
Sekitar pukul 02.00 WITA, tim penolong berhasil menemukan dan mengevakuasi Ruben Djara dalam keadaan selamat. Pencarian terus dilakukan hingga pukul 06.00 WITA, di mana jasad Lukas Hada ditemukan terbawa arus di dekat bibir pantai dalam keadaan tidak bernyawa.
Â
Upaya pencarian dilanjutkan dengan melibatkan warga dan anggota Polsek Hawu Mehara. Akhirnya, sekitar pukul 09.00 WITA, Imanuel Lappa berhasil ditemukan dalam keadaan masih hidup namun sekarat akibat kelelahan dan menelan banyak air laut. Ia langsung mendapatkan penanganan medis darurat.
Â
Berikut rincian identitas korban dalam peristiwa ini:
Â
1. Ruben Djara (36 tahun) – Selamat
2. Lukas Hada (37 tahun) – Meninggal dunia
3. Imanuel Lappa (56 tahun) – Selamat (kondisi kritis)
Â
Perahu yang tenggelam merupakan bantuan dari Dinas Perikanan Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua pada tahun 2022. Kapal berukuran panjang sekitar 6 meter dan lebar 1,5 meter ini tidak memiliki nama, hanya dilengkapi satu unit mesin Yanmar 1 PK. Total kerugian materiil yang dialami pemilik diperkirakan mencapai Rp 59.360.000, yang meliputi nilai perahu, mesin, kulkas, peralatan memancing, dan dua unit ponsel.
Â
Dari hasil pemeriksaan, diketahui perahu tersebut tidak dilengkapi sarana keselamatan standar seperti pelampung, pelampung cincin, maupun alat penanda bahaya, yang seharusnya dapat meminimalisir risiko korban jiwa.
Â
Jenazah Lukas Hada kemudian dibawa ke Puskesmas Daieko untuk pemeriksaan luar (visum) oleh dr. Indah Kurniawaty Rame. Hasil pemeriksaan menunjukkan tanda-tanda korban tenggelam, seperti keluarnya busa dari mulut, darah dari hidung, kerutan kulit akibat lama di air, serta luka benturan di kepala dan wajah akibat terjangan ombak.
Â
Hingga berita ini diturunkan, keluarga korban telah menerima musibah tersebut dan menandatangani surat penolakan autopsi lanjut untuk proses hukum selanjutnya. Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti terjadinya kecelakaan laut ini.
*(Rinto)
Â













