Kupangmetro – Sebanyak 43 orang pejabat di lingkup Universitas Nusa Cendana (Undana),resmi dilantik untuk menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan universitas. Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan ke 43 pejabat berlangsung di Aula Rektorat, Jumat (30/1/2026)
“Pelantikan ini menjadi momentum penguatan mutu institusi dalam mewujudkan tata kelola universitas yang unggul (Excellent University Governance),” ungkap Rektor Undana, Prof. Jefri S. Bale saat pelantikan.
Melalui siaran Pers yang dikeluarkan Sub Koordinator Humas Undana yang diterima Media di Kupang, Rektor Undana Prof. Jefri Bale menegaskan, pelantikan terhadap 43 pejabat Undana yang baru merupakan langkah akselerasi untuk menjawab tantangan kompetisi global karena setiap pejabat memiliki tiga kualifikasi utama, yakni kecepatan dalam eksekusi, ketepatan (akurasi) berbasis data, serta inisiatif tinggi dalam menciptakan terobosan.
“Saya tidak membutuhkan pejabat yang hanya menunggu instruksi. Di era disrupsi digital, birokrasi harus tangkas, memiliki daya dobrak, dan proaktif mencari solusi di luar tugas rutin harian,” tegas Prof. Jefri.

Strategi Pencapaian IKU dan Hilirisasi Riset
Pelantikan terhadap ke 43 pejabat yang baru bukan hanya sekedar seremonial tetapi pelantikan tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah disepakati bersama kementerian.
Rektor Jefri Bale pada kesempatan itu juga menekankan Tiga fokus utama transformasi, yakni ;
- Dampak Ekonomi Lulusan: Memastikan lulusan segera terserap di dunia kerja, berwirausaha, atau melanjutkan studi melalui penguatan peran Career Hub.
- Keunggulan Akademik: Mendorong dosen berkiprah di luar kampus. Untuk mendukung hal ini, unit di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) kini dikembangkan menjadi tiga pusat spesifik: Pusat Publikasi, Pusat Riset, dan Pusat Hilirisasi, dengan tambahan tiga Guru Besar baru sebagai penguat.
- Kemitraan Global: Perluasan kerja sama internasional dan peningkatan jumlah program studi dengan akreditasi dunia.
Menuju Ekosistem Inklusif dan Meritokrasi
Mengutip kepemimpinan Lee Kuan Yew dalam transformasi Singapura, Prof. Jefri mengingatkan bahwa kunci keberhasilan sebuah organisasi terletak pada sistem meritokrasi dan kejujuran tanpa kompromi. Untuk itu dia meminta para pejabat dilingkup Undana dapat meruntuhkan ego sektoral demi membangun “Super Tim” yang solid.
“Hilangkan mentalitas ingin dilayani. Jadilah garda terdepan dalam reformasi birokrasi dengan memberikan pelayanan prima (service excellence) kepada mahasiswa dan pemangku kepentingan. Undana harus menjadi rumah yang ramah, setara, dan inklusif bagi semua,” tekannya.
Dengan pelantikan ini, Undana menargetkan lompatan besar pada tahun 2026 melalui sinergi lintas disiplin dan profesionalisme yang humanis.
Siaran Pers Undana
(Ollien Manggol, Sub Koordinator Humas)















