Kupangmetro — Pemerintah Kota Kupang bersama Tim Penggerak PKK Kota Kupang memperkuat perlindungan kesehatan perempuan melalui sosialisasi dan pemeriksaan gratis kanker serviks serta kanker payudara.
Langkah ini menegaskan pergeseran pendekatan kesehatan dari sekadar mengobati menjadi mencegah dan mendeteksi penyakit sedini mungkin.
Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis mengatakan, kesehatan perempuan harus ditempatkan sebagai bagian penting dari pembangunan keluarga dan kota. Karena itu, pemerintah tidak boleh menunggu masyarakat sakit baru memberikan pelayanan.
“Pemerintah hadir bukan hanya ketika masyarakat sakit. Pemerintah juga harus hadir lebih awal untuk mencegah, mendeteksi, dan melindungi. Ini bukan sekadar pemeriksaan, tetapi ikhtiar kita untuk menemukan lebih awal, menangani lebih cepat, dan menyelamatkan lebih banyak perempuan,” kata Serena Francis saat membuka kegiatan sosialisasi dan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA Test) serta Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis/CBE) bagi perempuan di Kota Kupang.
Menurutnya, tantangan terbesar dalam pencegahan kanker bukan hanya keterbatasan layanan, tetapi juga kebiasaan masyarakat yang masih menunggu munculnya gejala sebelum memeriksakan diri.
Karena itu, Pemkot Kupang mendorong perempuan untuk berani melakukan pemeriksaan secara berkala dan tidak menganggap pemeriksaan kesehatan reproduksi sebagai sesuatu yang menakutkan atau memalukan.
Komitmen tersebut diperkuat dengan skema skrining terpadu. Peserta dengan hasil pemeriksaan positif akan mendapatkan penanganan awal berupa terapi kriyo (cryotherapy), sementara peserta dengan hasil negatif yang memenuhi kriteria usia dan ketentuan medis dapat mengikuti program vaksinasi HPV gratis.
Wawali menegaskan, upaya melindungi perempuan di Kota Kupang tidak berhenti pada pemeriksaan kanker. Dalam satu tahun terakhir, Pemkot Kupang juga menjalankan sejumlah program yang menyasar kebutuhan kesehatan dan kesejahteraan perempuan.
Salah satunya melalui program Ina Kasih yang telah menyalurkan bantuan pembalut kepada sekitar 1.275 perempuan yang membutuhkan.
Pemkot juga memastikan akses layanan kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC), sehingga keterbatasan biaya tidak menjadi alasan bagi masyarakat untuk menunda pengobatan. “Ketika perempuan berdaya dan sehat, maka rumah tangga, keluarga, dan Kota Kupang akan bergerak jauh lebih maju,” ujar Serena.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua TP PKK Kota Kupang dr. Widya Christian Widodo, Direktur RSUD S.K. Lerik dr. Maria Veronika Danal, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Kupang Ny. Elisa Pelt, Ketua Pokja 4 TP PKK Provinsi NTT dr. Yusi Kusumawardhani, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, serta jajaran TP PKK, para kepala Puskesmas, dokter dan tenaga kesehatan.
(Andi Sulabessy)














