Kupangmetro – Sebuah badai tropis berpotensi terus membesar dan bergerak mendekati wilayah Indonesia Timur.
“Potensinya mirip Siklon Seroja pada 5 April 2021 lalu, yang juga siklon tropis pertama yang terjadi di Indonesia dengan inti pusarannya berada di atas daratan”, kata Peneliti klimatologi di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer pada Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, Kamis (6/4/2023), seperti dikutip tempo.co.
Menurut Erma, hal itu merujuk pada pantauan terkini atas sepasang vorteks atau pusaran angin yang tumbuh di utara dan selatan Laut Arafura.
Per hari ini, pusaran angin yang tumbuh di Utara dan Selatan Laut Arafura telah memenuhi kategori sebagai sepasang badai tropis (bibit siklon) dan diberi nama 90W dan 98S.
“Badai tropis 90W yang berlokasi di utara Papua, berpotensi bergerak menjauh ke utara menuju Samudera Pasifik. Sementara yang di selatan berpotensi terus membesar dan bergerak ke arah barat daya mendekati wilayah di Nusa Tenggara Timur”, ungkap Erma.
Menurutnya, selama tahap pertumbuhan badai tropis di Arafura, peningkatan hujan dan angin kencang berdampak langsung ke wilayah Nusa Tenggara Timur.
Untuk itu Dia meminta masyarakat di beberapa daerah seperti Pulau Alor, Lembata, Wetar, Timor, Kupang, dan sekitarnya agar waspada.
“Waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang yang bakal terjadi di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Rote, Sabu, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya”, jelasnya.
Selain itu katanya, badai tropis 98S juga dapat memicu pembentukan hujan berpola squall line di bagian barat Indonesia yang telah intensif terbentuk di Sumatera dan Kalimantan sejak Rabu, 5 April 2023.
“Badai tropis di Arafura berpotensi berubah menjadi siklon topis mirip Seroja yang pernah terjadi 2021 lalu”, katanya.
Berdasarkan hasil kajian terbaru yang dilakukan BRIN, Siklon Tropis Seroja juga diinisiasi dari sepasang vorteks yang tumbuh di atas Laut Banda.
Saat itu vorteks di utara menjauh menuju Filipina untuk kemudian berubah menjadi siklon tropis. Sementara vorteks di selatan terus membesar dan menguat lalu berubah menjadi Siklon Seroja.
Proses evolusi dari vorteks menjadi Siklon Tropis Seroja itu berlangsung selama 10 hari, diawali pembentukan sepasang vorteks pada 28 Maret 2021.
Dari hasil kajian BRIN, disarankan mengenai pentingnya membangun early warning system pembentukan badai tropis sejak dari vorteks.
“Probabilitas terbentuknya siklon mirip Seroja yang dipicu dari sepasang vorteks ini memiliki peluang terjadi dua tahun sekali”, jelas Erma.
Kajian terbaru mengenai Siklon Seroja oleh tim peneliti dengan penulis pertama Erma Yulihastin di BRIN berjudul “Evolution of Double Vortices Induce Seroja Tropical Cyclogenesis over Flores, Indonesia”. Menurutnya jurnal Natural Hazards telah menerima makalah itu pada 3 April lalu.
Sementara itu berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Kamis (6/4/2023) menyebutkan, potensi cuaca ekstrem di wilayah Nusa Tenggara Timur diperkirakan akan berlangsung pada 8 -11 April 2023.
Berdasarkan analisis BMKG Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, terpantau adanya Bibit siklon tropis 98S di Laut Arafuru dan berpotensi tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam Kategori Rendah.
“Dampak tidak langsung dari Bibit Siklon Tropis 98S terhadap cuaca di NTT yaitu adanya potensi peningkatan intensitas curah hujan dan peningkatan kecepatan angin. Kondisi ini diprakirakan akan berlangsung mulai tanggal 08 April sampai 11 April 2023”
Untul itu BMKG juga telah mengeluarkan Peringatan Dini kepada warga agar waspada potensi hujan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Ende, Nagekeo, Sikka, Flores Timur, Lembata, Alor, Belu, Malaka, TTU, TTS, Kab.Kupang, Kota Kupang, Rote, Sabu, Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.
Selain peringatan dini. BMKG juga menghimbauan kepada masyarakat agar waspada akan potensi dampak hujan dan angin kencang yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jalanan licin, rusaknya atap bangunan dan fasilitas umum lainnya.
“Khusus untuk daerah bertopografi curam/bergunung/tebing patut waspada akan potensi longsor dan banjir bandang pada saat terjadi hujan dengan durasi yang panjang” tulis BMKG dalam rilis yang diterima.
BMKG juga meminta warga untuk selalu memantau perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca ekstrem BMKG melalui Stasiun Meteorologi El Tari Kupang dengan layanan informasi cuaca 24 jam 7 hari di nomor layanan (0380) 881613; WhatsApp: 0811-3940-4264 atau dapat langsung mengakses Aplikasi iOS dan Android “info BMKG” (as/**)















