Kupangmetro – Menghadapi musim kemarau yang berpotensi memengaruhi ketersediaan sumber air, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kabupaten Kupang terus berupaya menjaga pelayanan air bersih bagi pelanggan. Berbagai langkah antisipasi diperlukan agar kebutuhan air masyarakat tetap dapat terpenuhi di tengah kemungkinan berkurangnya debit sumber air.
Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, Jony Sulaiman, menjadi pihak yang diharapkan dapat menjelaskan langkah-langkah strategis perusahaan dalam menghadapi tantangan pelayanan air bersih selama musim kemarau.
Upaya tersebut dapat mencakup pemantauan debit sumber air, pemeriksaan jaringan distribusi, pemeliharaan sarana dan prasarana, serta penanganan gangguan teknis yang berpotensi menghambat penyaluran air kepada pelanggan.
Selain menjaga keandalan jaringan, koordinasi antara petugas teknis dan unit pelayanan juga menjadi bagian penting dalam memastikan gangguan distribusi dapat ditangani sesuai kondisi di lapangan. Informasi mengenai wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan perlu disampaikan secara jelas kepada pelanggan agar masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi.
“Kami terus berupaya agar pelanggan tetap mendapatkan pelayanan air bersih walau disaat musim kemarau seperti sekarang ini,” jelas Jony Sulaiman, Senin (19/10/2026) di Kantornya.
Musim kemarau seperti saat ini katanya menjadi tantangan tersendiri bagi Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, terutama di wilayah yang bergantung pada sumber air dengan debit yang dapat berubah mengikuti kondisi cuaca. Karena itu, pengelolaan sumber air dan distribusi yang terencana menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlangsungan pelayanan.
“Kami juga menjadwalkan ulang pelayanan air bersih ke pelanggan. Misalnya dalam Seminggu ada hari-hari tertentu yang tidak mengalir. Intinya pelanggan tetap mendapatkan pelayanan,” tambahnya.
Di sisi lain, partisipasi masyarakat juga diperlukan untuk menghadapi keterbatasan air. Pelanggan diimbau menggunakan air secara bijak, menghindari pemborosan, serta segera melaporkan kebocoran atau gangguan distribusi kepada petugas Perumda agar dapat ditindaklanjuti.
Melalui langkah antisipasi dan koordinasi yang berkelanjutan, Perumda Air Minum Kabupaten Kupang diharapkan dapat menjaga kontinuitas pelayanan sekaligus memberikan informasi yang transparan kepada pelanggan selama musim kemarau.
Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang, Jony Sulaiman juga menegaskan bahwa pelayanan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terus menjadi perhatian, terutama ketika kondisi alam berpotensi mengurangi ketersediaan air. Oleh sebab itu, kesiapan teknis, pengelolaan sumber air, dan komunikasi dengan pelanggan menjadi unsur penting dalam menghadapi musim kemarau.
(Andi Ilham Sulabessy)












