Kupangmetro – Pemerintah Kelurahan Nunleu berkolaborasi dengan UPTD Puskesmas Bakunase dan psikolog Theodora Takalapeta, menggelar kegiatan Parenting Class Bumil Busui bagi ibu hamil dan ibu menyusui.
Kegiatan yang berlangsung di TK Kristen GMIT Koinonia Kota Kupang, Sabtu (17/10/2026) bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pola pengasuhan yang tepat demi mendukung tumbuh kembang anak secara optimal sejak masa kehamilan hingga periode awal kehidupan.
Program Kelas Ibu Hamil sebelumnya merupakan kegiatan rutin Puskesmas Bakunase untuk memberikan edukasi kesehatan kepada ibu hamil guna menjaga kesehatan ibu dan calon bayi selama masa kehamilan.
Melalui musyawarah kelurahan bersama Puskesmas Bakunase, Lurah Nunleu, Papi Alden Durkal menggagas pengembangan program tersebut dengan mengintegrasikan edukasi pola pengasuhan atau parenting class.
“Inovasi ini diharapkan dapat memperluas manfaat program, sehingga ibu tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai kesehatan fisik selama kehamilan, tetapi juga memiliki bekal pengetahuan tentang pengasuhan anak,” kata Lurah Nunleu.
Ditambahkannya, pemahaman pola asuh yang baik sejak dini menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak sekaligus memperkuat upaya pencegahan stunting, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yang dikenal sebagai periode emas pertumbuhan anak.
“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kelurahan Nunleu berharap dapat berkontribusi dalam mendukung program kerja Pemerintah Kota Kupang, khususnya program Kupang Sehat, sekaligus memperkuat perhatian terhadap isu perempuan, ibu, dan anak,” tambahnya.

Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pengasuhan
Psikolog Theodora Takalapeta, menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak serta perlunya membangun pemahaman yang baik mengenai pola pengasuhan sejak masa kehamilan.
“Kesehatan ibu perlu didukung dengan pengetahuan yang memadai mengenai pola asuh anak. Dengan demikian, orang tua diharapkan lebih siap mendampingi anak dalam setiap tahap perkembangannya,” katanya.
Ia juga menekankan bahwa perubahan zaman menuntut orang tua untuk terus belajar dan menyesuaikan pola pengasuhan dengan kebutuhan anak di era modern. Pengalaman pengasuhan yang diterima orang tua ketika masih kecil dapat menjadi bahan pembelajaran, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan anak saat ini.
Selain itu, anak yang mulai memasuki fase eksplorasi membutuhkan perhatian, pendampingan, dan pengertian dari kedua orang tuanya. Kehadiran ayah dan ibu sama-sama penting dalam mendukung perkembangan anak, termasuk dalam membangun kemandirian, kepemimpinan, kelembutan, dan sikap santun.
Dia mengingatkan bahwa kondisi emosional orang tua juga berpengaruh terhadap pola pengasuhan. Oleh karena itu, kesiapan menjadi orang tua tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik anak, tetapi juga mencakup kesiapan emosional dan kemampuan memberikan pendampingan yang positif.
Sementara itu tenaga Kesehatan dari puskesmas Bakunase, Bidan Irma Lona dan Bidan Yusin Pa menekankan pentingnya mengetahui tahapan tumbuh kembang anak, gizi dan nutrisi bagi ibu dan anak, persalinan yang aman, serta perawatan bayi baru lahir. Selain itu pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi serta teknik menyusui yang benar.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kelurahan Nunleu, UPTD Puskesmas Bakunase, psikolog, dan TP PKK, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan pengetahuan, kesiapan emosional, serta dukungan berbagai pihak.
Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai upaya memperkuat kualitas kesehatan ibu dan anak, mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, serta mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas di Kelurahan Nunleu dan Kota Kupang.
(Andi Ilham Sulabessy)













