Kupangmetro – Keadaan iklim yang saat ini tidak menentu mendorong Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Kesehatan untuk mengimbau kepada seluruh fasilitas kesehatan (faskes) agar lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait penyakit musiman yang rawan terjadi.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, drg. Retnowati, kepada media di ruang kerjanya belum lama ini, saat dikonfirmasi terkait dampak penyakit musiman akibat cuaca saat ini.
Retnowati menyatakan bahwa musim pancaroba sering memicu timbulnya berbagai penyakit, terutama diare akibat banyaknya debu yang beterbangan dan sanitasi makanan yang kurang terjaga, serta gangguan mata.
“Mungkin ya sebijak mungkin kita menggunakan kacamata lah kalau keluar-keluar itu, supaya menghindari kontak mata dengan debu-debu, angin-angin ya,” ujar Retnowati.
Sebagai bentuk respons terhadap kondisi ini, Retnowati menegaskan bahwa fasilitas pelayanan kesehatan harus memberikan pelayanan yang prima dengan memastikan ketersediaan sarana, prasarana, serta obat-obatan yang relevan untuk menangani kasus-kasus yang berkaitan dengan dampak musim pancaroba.
Meskipun hingga saat ini belum ditemukan potensi outbreak atau wabah yang signifikan, dr. Retnowati menjelaskan bahwa pihak Dinas Kesehatan terus melakukan evaluasi rutin melalui rapat setiap hari Selasa.
Kedepannya, Dinas Kesehatan Kota Kupang berencana untuk meningkatkan penyebaran informasi melalui infokom, media massa, serta melakukan sosialisasi langsung kepada para pasien yang berkunjung ke Puskesmas guna memastikan masyarakat tetap waspada dan memahami langkah pencegahan yang diperlukan.
(andi sulabessy)













