Kupangmetro — Pegelaran Event SABOAK (Sunday Market Buat Orang Kupang) yang rutin diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Kupang di Taman Nostalgia semakin menunjukkan taringnya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Acara mingguan ini tidak hanya menjadi hiburan baru bagi warga lokal, tetapi juga menjadi etalase produk UMKM unggulan yang efektif dan menarik minat wisatawan.
Sejak diluncurkan, SABOAK telah bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru, sejalan dengan komitmen Pemerinta Kota Kupang untuk membangun ekosistem kreatif dan pariwisata kota yang berkelanjutan.
Ruang Alternatif Produktif bagi Pelaku Usaha
Salah satu dampak paling signifikan dari SABOAK adalah penyediaan ruang alternatif yang produktif bagi ratusan pelaku UMKM lokal, dari sektor kuliner, kerajinan tangan, hingga fesyen. Sebelumnya, banyak pelaku usaha mikro kesulitan menemukan pasar yang stabil. Kini, dengan adanya SABOAK, mereka memiliki platform yang pasti setiap akhir pekan untuk menjajakan produk mereka secara langsung kepada konsumen.
“Program SABOAK memberikan dampak positif yang nyata bagi kami pelaku UMKM,” ujar Ibu Maria, salah satu penjual makanan ringan khas NTT di event tersebut. “Omzet kami meningkat drastis setiap minggunya. Ini sangat membantu perputaran roda ekonomi keluarga kami.”
Data dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kupang menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam transaksi ekonomi selama event berlangsung. Rata-rata kunjungan mencapai ribuan orang per minggu, yang secara langsung berdampak pada peningkatan pendapatan para pedagang.
Wali Kota Kupang, Christian Widodo dalam kesempatan terpisah menyampaikan optimismenya. “Kami ingin menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.
Diharapkan SABOAK dapat menjadi tonggak penting dalam mendorong ekonomi kerakyatan yang inklusif.
Kolaborasi dan Apresiasi Berbagai Pihak
Keberhasilan Event SABOAK tidak lepas dari kolaborasi apik antara Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pariwisata, BUMN, komunitas lokal, dan media. Apresiasi pun datang dari berbagai pemangku kepentingan nasional yang melihat potensi besar SABOAK sebagai model pengembangan ekonomi daerah berbasis komunitas.
Dengan terus berinovasi dan memperkuat sinergi, Event SABOAK tidak hanya sekadar pasar akhir pekan, tetapi sebuah gerakan nyata untuk memajukan perekonomian Kota Kupang dari level paling bawah, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat identitas budaya lokal.
SABOAK Bagian Dari Upaya Menambah Destinasi Wisata di Kota Kupang
Sebagai bagian dari upaya menambah destinasi wisata di Kota Kupang, maka Pemerintah Kota Kupang membuat program Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK). Yang pelaksanaannya selain menambah destinasi dan menjadi ikon baru di Kota Kupang, juga untuk menciptakan ruang interaksi kreatif yang menggabungkan konsep modern dan tradisional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
“Penyelenggaraan program SABOAK merupakan langkah strategi Pemerintah Kota Kupang untuk menggerakkan ekonomi lokal, mempromosikan budaya daerah, dan menghidupkan ruang publik Kota secara kreatif,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang Josefina Gheta.
SABOAK tidak hanya menjadi wadah pemasaran bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif tetapi juga menjadi ruang hiburan, interaksi sosial, ekspresi budaya yang inklusif dan tempat bagi masyarakat untuk beraktivitas dan berkumpul bersama keluarga di akhir pekan.
Event SABOAK diharapkan menjadi penggerak utama pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Kupang. Melalui berbagai kegiatan seperti pameran produk UMKM, pertunjukan seni dan musik, kuliner, serta ruang ekspresi komunitas, event ini menjadi sarana promosi yang efektif bagi pelaku lokal.
Selain memperkenalkan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat, SABOAK juga diharapkan menarik minat wisatawan domestik maupun mancanegara untuk berkunjung ke Kupang. Dengan demikian, kegiatan ini turut berkontribusi pada peningkatan omzet UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta mendorong kota Kupang sebagai kota kreatif dan berkarakter budaya.
Kolaborasi antara Dinas Pariwisata, Pihak Swasta, Komunitas, dan Lembaga Pendidikan
Penyelenggaraan event SABOAK merupakan hasil sinergi antara Dinas Pariwisata Kota Kupang dengan berbagai mitra strategis, baik dari sektor swasta, Perbankan, komunitas, maupun lembaga pendidikan.
Bentuk kolaborasi tersebut diwujudkan melalui Kemitraan dengan sektor swasta, terutama dalam dukungan sponsor, penyediaan fasilitas, dan publikasi kegiatan.
Kerjasama dengan komunitas kreatif dan budaya, yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan untuk memastikan event ini mencerminkan semangat masyarakat Kota Kupang.
Kolaborasi dengan lembaga pendidikan, seperti sekolah dan perguruan tinggi, yang berkontribusi dalam bentuk kegiatan seni, pameran inovasi, serta pengabdian masyarakat.
Pendampingan teknis dan promosi, di mana Dinas Pariwisata berperan sebagai fasilitator dan pengarah agar seluruh kegiatan berjalan sesuai visi pembangunan pariwisata berkelanjutan.
Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dari semangat Saboak itu sendiri — yakni bekerja bersama dalam kebersamaan dan tanggung jawab kolektif untuk mewujudkan kemajuan bersama.
Dampak Ekonomi bagi Pelaku UMKM dan Sektor Pariwisata Lokal
Pelaksanaan event SABOAK memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata lokal. Kegiatan ini membuka peluang usaha bagi para pengrajin, pelaku kuliner, dan wirausahawan muda untuk memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat dan wisatawan. Sampai dengan tanggal 02 November 2025, SABOAK telah berjalan selama 20 minggu dengan cashflow mencapai 4,3 Milyar Rupiah dengan melibatkan kurang lebih 600 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.
Selain peningkatan penjualan selama kegiatan berlangsung, SABOAK juga berdampak jangka panjang dengan memperluas jejaring usaha dan meningkatkan eksposur produk lokal melalui promosi digital dan media publik. Di sisi lain, peningkatan kunjungan wisatawan selama event turut mendorong sektor perhotelan, transportasi, dan jasa pendukung lainnya.
Dengan demikian, SABOAK berperan sebagai penggerak ekonomi rakyat dan menjadi contoh konkret bagaimana event berbasis komunitas dapat mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Kupang.
SABOAK menjadi wadah strategis untuk memperkenalkan produk-produk unggulan khas Kota Kupang, mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga seni dan budaya lokal.
Beragam stan dan pameran dalam event ini menampilkan hasil karya masyarakat, seperti tenun ikat khas NTT, olahan makanan laut, produk kreatif anak muda, serta pertunjukan budaya yang mencerminkan identitas kota.
Melalui pendekatan kreatif dan kemasan modern, SABOAK tidak hanya mempromosikan produk, tetapi juga menanamkan kebanggaan terhadap kearifan lokal dan memperkuat citra Kota Kupang sebagai kota dengan karakter budaya yang kuat, dinamis, dan terbuka terhadap inovasi.
Harapan terhadap Generasi Muda Kota Kupang Dan Pesan Untuk Masyarakat
Melalui event SABOAK, Dinas Pariwisata menaruh harapan besar kepada generasi muda Kota Kupang untuk terus berani berkarya, berinovasi, dan berkontribusi dalam membangun daerah.
Generasi muda diharapkan menjadi motor penggerak perubahan, yang mampu mengolah nilai-nilai budaya lokal menjadi karya kreatif bernilai ekonomi, serta menjadi duta positif bagi pariwisata kota.
SABOAK ingin menanamkan pesan bahwa kreativitas dan kolaborasi adalah kekuatan utama dalam menciptakan masa depan Kota Kupang yang maju, inklusif, dan berdaya saing.
Kepada seluruh masyarakat Kota Kupang, Dinas Pariwisata menyampaikan pesan untuk terus menjaga dan mendukung kegiatan pariwisata lokal sebagai bagian dari kebanggaan bersama.
Dukungan masyarakat adalah energi utama dalam keberhasilan setiap program. Dengan semangat Saboak—berbagi, saling menolong, dan bekerja bersama—kita dapat mewujudkan Kota Kupang yang semakin hidup, kreatif, dan sejahtera.
SABOAK bukan hanya sebuah event, tetapi gerakan kebersamaan yang mengajak semua pihak untuk merawat ruang publik, menghargai karya anak bangsa, dan menumbuhkan cinta terhadap kota tempat kita hidup dan berkembang.
(Andi Ilham Sulabessy/ADV)















