Sabu Raijua, – Kupangmetro.com – 28 Agustus 2025 – Pemerintah Daerah (Pemda) Sabu Raijua tengah berupaya mengatasi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di wilayahnya. Kelangkaan ini dipicu oleh kurangnya pasokan BBM non-subsidi (Pertamax) dari Pertamina dalam dua bulan terakhir, sementara penertiban terhadap pengecer BBM bersubsidi (Pertalite) terus dilakukan.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sabu Raijua, Lagabus Pian, alokasi BBM bersubsidi untuk Sabu Raijua sebenarnya masih mencukupi hingga akhir tahun. Hingga Agustus 2025, distribusi BBM bersubsidi telah mencapai 45% dari total kuota yang dialokasikan oleh Pertamina. Namun, ketiadaan pasokan Pertamax menyebabkan pengecer tidak dapat berjualan, yang kemudian memicu persepsi kelangkaan di masyarakat.
“Masyarakat Sabu Raijua cenderung membeli BBM dari pengecer karena lebih praktis daripada mengantri di SPBU. Ketika pengecer tidak berjualan, masyarakat merasa BBM langka,” ujar Lagabus Pian.
Saat ini, stok Pertalite di SPBU masih mencukupi untuk 5-8 hari ke depan, sambil menunggu pengiriman berikutnya dari Pertamina Kupang. Pemda Sabu Raijua telah bersurat dan bertemu langsung dengan pimpinan Pertamina untuk meminta tambahan distribusi BBM ke Sabu Raijua.
“Pertamina Kupang bertanggung jawab terhadap stok BBM di Sabu Raijua. Kami berharap ada solusi dari Pertamina Patra Niaga Kupang untuk mendistribusikan tambahan BBM, sehingga antrian di SPBU bisa berkurang,” tambahnya.
Antrian panjang di SPBU semakin memperparah kepanikan masyarakat. Oleh karena itu, Pemda mengimbau masyarakat, khususnya penjual eceran, untuk menahan diri dan tidak mengantri berulang kali di SPBU. Masyarakat diharapkan membeli BBM di SPBU hanya untuk kebutuhan mendesak, bukan untuk dijual kembali.
“Kami mengupayakan agar Pertamina segera mendistribusikan tambahan BBM non-subsidi, sehingga penjualan BBM di Sabu Raijua kembali normal,” tegas Lagabus Pian.
Pemerintah daerah juga berencana meminta penjelasan dari Pertamina Kupang terkait sulitnya mendapatkan BBM non-subsidi di Sabu Raijua akhir-akhir ini.
*(Rinto)















