Kupangmetro — Perhimpunan Perempuan Indonesia Tionghoa (PINTI) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berkolaborasi dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang NTT dan Dinas Kesehatan Kota Kupang menggelar aksi peduli kesehatan melalui senam jantung sehat, penyuluhan kesehatan jantung dan kanker serviks, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Kota Kupang, kawasan Kelapa Lima, Sabtu (17/10/2026), tersebut menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Pertama PINTI NTT.
Dengan mengusung thema “Bersama mewujudkan hidup sehat, aktif, dan bugar”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 500 peserta dari berbagai kelompok masyarakat dan klub jantung sehat di Kota Kupang.
Ketua PINTI NTT, Theressia Avilla, mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian organisasi terhadap kesehatan masyarakat, khususnya perempuan, sekaligus mendorong kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum penyakit berkembang ke tahap yang lebih serius.
“Jangan malu, jangan takut untuk memeriksakan diri. Kita harus mengetahui kondisi kesehatan kita sejak dini agar penanganannya bisa dilakukan lebih cepat sebelum terlambat,” pesan Theressia.
Menurut Theresia, kegiatan bersama YJI dan Dinas Kesehatan Kota Kupang menjadi moment penting untuk memperluas edukasi kesehatan, terutama mengenai penyakit jantung dan kanker serviks yang membutuhkan perhatian serius.
“Penyakit sering kali baru diketahui ketika kondisinya sudah berat. Padahal, banyak risiko kesehatan yang dapat dikendalikan melalui pemeriksaan rutin, penyuluhan, dan perubahan pola hidup,” ujarnya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya, saat membuka kegiatan secara resmi, memberikan apresiasi kepada PINTI NTT yang dinilainya telah menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengapresiasi YJI Cabang NTT yang secara rutin menyelenggarakan senam jantung sehat dan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan jantung.
Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan salah satu bentuk mencintai diri sendiri. Seseorang perlu terlebih dahulu memperhatikan kondisi tubuhnya agar dapat menjalankan aktivitas dan memberikan perhatian kepada orang lain secara optimal.
“Mencintai diri kita sendiri salah satunya dengan menjaga kesehatan. Kalau kita sudah mencintai diri sendiri, kita juga bisa mencintai orang lain dengan lebih baik,” katanya.
dr.Widya mengingatkan masyarakat agar membiasakan pola hidup sehat, menjaga pola makan, beristirahat cukup, dan memanfaatkan fasilitas pemeriksaan kesehatan yang disediakan pemerintah.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk mengetahui kondisi kesehatan sedini mungkin. “Kalau kita mengetahui penyakit lebih cepat, kita bisa mengetahui penanganan apa yang harus dilakukan. Misalnya, hipertensi merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung. Dengan minum obat secara teratur, menjaga pola hidup, dan melakukan pemeriksaan, risiko komplikasi dapat dikendalikan,” jelasnya.
Ia menambahkan, prinsip yang sama berlaku untuk kanker serviks. Deteksi dini memberikan peluang lebih baik untuk memperoleh penanganan sebelum penyakit berkembang ke stadium lanjut.
(Andi Ilham Sulabessy)












