Kupangmetro – Direktur RSUD SK.Lerik dr. Maria Veronica Ivonny Dandao Ray mengajak warga Kota Kupang untuk memanfaatkan layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) gratis di RSUD S.K. Lerik meskipun belum memiliki kartu BPJS atau BPJS tak aktif.
“Layanan IGD Gratis di RSUD SK.Lerik merupakan terobosan inovatif Wali Kota Kupang dr.Christian Widodo dan Wakil Walikota Kupang Serena Francis dibidang kesehatan bagi warga Kota Kupang melalui alokasi dana khusus atau dana talangan kegawatdaruratan dari Pemerintah Kota Kupang sebesar Rp 3 miliar per tahun,” jelas dr, Ivon.
Menurut dr. Ivon, ketentuan layanan IGD gratis diperuntukan khusus bagi warga Kota Kupang yang kurang mampu, tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan, kartu BPJS tidak aktif, atau belum memiliki identitas kependudukan.
Meski demikian, layanan tersebut katanya hanya berlaku untuk untuk kondisi kegawatdaruratan medis yang mengancam nyawa (seperti sekarat, penurunan kesadaran, gangguan jalan napas/sirkulasi), dan bukan untuk keluhan ringan seperti batuk atau pemeriksaan biasa
“Prinsipnya layanan dalam program ini yakni pasien akan langsung ditangani secara medis terlebih dahulu di IGD. Terkait dokumen atau kelengkapan administrasi pasien diurus kemudian,” jelasnya.
Program tersebut merupakan terobosan inovatif Pemerintah Kota yang telah disetujui DPRD Kota Kupang dan telah berjalan sejak tahun 2025 melalui pos alokasi dana sebesar Rp3 miliar untuk pembiayaan penanganan pasien gawat darurat di RSUD SK Lerik, Kota Kupang.
Dana “Gawat Darurat” tersebut kata dia, disiapkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami kondisi kegawatdaruratan, namun terkendala urusan administrasi maupun tidak memiliki jaminan kesehatan.
Terobosan Pemkot dalam memberikan kemudahan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan bagi warga itupula mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Terbukti, Pemerintah Kota Kupang, meraih dua apresiasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara yang digelar Kementerian Dalam Negeri pada 17 September 2026.
Menurut dr. Ivon Ray, program Layanan IGD Gratis merupakan gebrakan produktif dan inovatif dari Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Francis sejak tahun pertama keduanya memimpin Kota Kupang.
Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota dr.Christian Widodo menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi nyawa warga Kota Kupang yang hilang hanya karena persoalan administrasi.
“Kalau ada keluarga yang sakit dalam keadaan gawat darurat (bukan batuk pilek), tetapi seperti stroke pendarahan atau anak mengalami dehidrasi karena diare, langsung bawa ke IGD RSUD SK Lerik. Walaupun tidak punya kartu BPJS, BPJS-nya menunggak, atau tidak punya KK dan KTP, kami akan bantu dulu,” ungkap dokter Christian.
Ia menuturkan, anggaran tersebut disiapkan sebagai dana talangan untuk membiayai tindakan medis awal dalam kondisi darurat, khususnya bagi pasien dari kalangan rentan seperti warga miskin, ODGJ, lansia terlantar, hingga mereka yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK).
(Andi Ilham Sulabessy)











