Kupangmetro — Saat ini lebih dari 60 orang perempuan dari berbagai Kelurahan di Kota Kupang telah melakukan pemeriksaan atau deteksi dini terhadap kanker servik dan kanker Payudara yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) SK. Lerik Kota Kupang.
“Pemeriksaan itu tentunya punya manfaat bagi perempuan sehingga bisa lebih awal mengetahui apakah ditemukan ada bibit atau lesiprakanker sehingga kalau ada temuan maka langsung kita putuskan mata rantai dengan krioterapi,” jelas Direktur RSUD Kota Kupang dr. Maria Veronika Ivonny D. Ray.
Krioterapi (Cryo/Kray Terapi) adalah Prosedur pembekuan sel prakanker atau displasia pada mulut rahim menggunakan nitrogen cair melalui alat khusus (cryoprobe).
Krioterapi di Kota Kupang menurut dr. Ivon ada di 12 puskesmas dan dalam pemeriksaan untuk mendeteksi kanker serviks juga langsung dilakukan pemeriksaan deteksi kanker payudara dengan CBE (Clinical Breast Examination).
Clinical Breast Examination atau CBE adalah metode pemeriksaan klinis payudara yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih (seperti dokter, bidan, atau perawat) untuk mendeteksi dini kanker payudara.
“Kita juga ajarkan kepada perempuan yang ada di kota Kupang untuk melakukan pemeriksaan payudara sendiri,” jelasnya.
Sebagai kelanjutan dari pemeriksaan untuk mendeteksi kanker payudara, pemerintah Kota Kupang melalui RSUD SK Lerik juga melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 60 orang perempuan.
Menurut dr. Ivon, pemeriksaan terhadap kanker payudara terhadap perempuan Kota Kupang akan terus berlanjut secara rutin di Puskesmas-Puskesmas yang ada di Kota Kupang. Namun apabila dalam pemeriksaan atau deteksi terhadap kanker payudara ditemukan ada benjolan dan lain-lain maka akan dilakukan di Rumah Sakit.
Terhadap pemeriksaan di RS SK. Lerik, pihak Rumah Sakit SK Lerik telah menyiapkan ruangan khusus untuk kemoterapi oleh dokter spesialis bedah, subspesialis onkologi khusus untuk kanker.
“Ruangannya sudah ada. Saat ini tinggal hanya menunggu alatnya yang kemungkinan tiba di Kupang pada Bulan Maret atau April 2027 sehingga Rumah Sakit SK Lerik sudah bisa melakukan penelitian untuk melakukan kemoterapi di ruangan yang namanya ruangan citotoxic.
Ruang cytotoxic (cytotoxic room) adalah ruangan khusus di rumah sakit, laboratorium, atau industri farmasi yang dirancang dengan standar tinggi untuk menangani, mencampur, dan menyimpan obat atau zat sitotoksik (seperti obat kemoterapi kanker).
(Andi Ilham Sulabessy)












