Kupangmetro – Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis mengatakan, untuk melindungi kesehatan dan masa depan masyarakat Kota Kupang terhadap ancaman penyakit Tuberkulosis (TBC), maka pemberantasan TBC bukan saja menjadi tugas tenaga kesehatan melainkan tanggung jawab bersama.
“Pemberantasan TBC di Kota Kupang menjadi tugas bersama yang harus dijalankan secara berkelanjutan, baik oleh pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat,” ungkap Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis pada kegiatan Kolaborasi Kesehatan Masyarakat untuk Pemberantasan TBC di RSUD S.K. Lerik Kota Kupang, Kamis (15/10/2026).
Untuk itu kata Wakil Wali Kota, dalam upaya pemberantasan penyakit TBC di Kota Kupang, Pemerintah Kota Kupang terus berupaya mendeteksi sejak dini ancaman penyakit TBC yang mengancam warga Kota Kupang.
Pada tahun 2026 ini pemerintah Kota Kupang kata Wakil Wali Kota telah melakukan Skrining terhadap 4800 orang. Dan dari jumlah itu terdapat sedikitnya 230 orang terdektesi mengalami infeksi TBC dan ada yang ditemukan di salah satu sekolah.
Skrining adalah proses awal yang dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi TBC sebelum atau saat gejala muncul, sehingga pengobatan dapat segera diberikan dan rantai penularannya dapat diputuskan.
“Target pemerintah sampai akhir 2026 adalah sebanyak 7200 orang yang melakukan skrining TBC karena TBC tentunya dapat dicegah, diobati dan disembuhkan,” kata Wakil Wali Kota.
Dengan demikian lanjut Wakil Wali Kota, Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat upaya pemberantasan TBC melalui kolaborasi lintas sector seperti yang dilakukan bersama Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Komunitas Relawan Indonesia Sejahtera (KRIS), dan berbagai mitra kesehatan.
Selain mendorong deteksi dini terhadap ancaman infeksi TBC, kolaborasi yang dibangun bersama Kowani dan Kris juga memberi perhatian pada kesehatan perempuan melalui dukungan tambahan bagi pasien serta skrining kanker payudara.

Sementara itu Ketua Umum KOWANI Nani Hadi Tjahjanto mengatakan, kolaborasi antara KOWANI, KRIS dan Pemerintah Kota Kupang merupakan program yang berkesinambungan sehingga tidak ada lagi yang menderita TBC di Kota Kupang.
“Sudah ada penanganan dari Pemerintah Kota Kupang sendiri, sedangkan KOWANI bersama KRIS mendukung dengan memberikan suplemen dengan harapan suplemen yang diterima mempercepat penyembuhan dan memberikan kekuatan atau stamina yang lebih baik,” kata Nani Hadi.
KOWANI kata Nani Hadi Tjahjanto mengharapkan selalu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan karena dengan budaya bersih tidak akan tertular sehingga harapannya kedepan Kota Kupang tidak akan ada lagi yang tertular TBC.
(Andi Ilham Sulabessy)












