Kupangmetro — Dari Maumere, dilaporkan, Gempa Bumi yang mengguncang Flores pada Agustus 2026 tidak saja meluluhlantakan rumah warga dan infrastruktur pemerintah, tetapi juga merusak sejumlah infrastruktur Perusahaan Air Minum.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap musibah yang dialami Perusahaan Air Minum yang terdampak bencana di Wilayah Flores, Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) menyerahkan bantuan berupa uang sejumlah Rp214 Juta.
Bantuan yang diserahkan oleh Ketua Perpamsi NTT, Jhony Sulaiman dan didampingi Sekertaris Isodorus Lilijawa dilakukan dalam sebuah acara seremoni sederhana yang berlangsung di Aula Biara Camelian, Kota Maumere pada Jumat, 25 September 2026.
Adapun Perusahaan Air Minum Daerah yang menerima bantuan sebanyak Lima Perumda yakni, Perumda Wairpuan Maumere, Perumda Ende, Perumda Ngada, Perumda Manggarai, dan Perumda Manggarai Barat.
Bantuan berupa dana tersebut berasal dari hasil penggalangan anggota Perpamsi yang dibagikan secara merata ke Lima Perumda dengan total masing-masing Perumda menerima Rp43,2 juta.
Bantuan tersebut diterima oleh perwakilan masing-masing Perumda diantaranya Direktur Perumda Wairpuan, Frans Laka, Leonardus Nong Yance selaku Kasubag Administrasi Umum dan SDM Perumda Wae Mbeliling Manggarai Barat, serta Charles Wago selaku Kabag Hubungan Pelanggan Perumda Ngada.
Direktur Perumda Wairpuan, Frans Laka, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PERPAMSI NTT yang memilih Maumere sebagai lokasi penyerahan bantuan solidaritas tersebut.
Frans menyebut bantuan tersebut merupakan bentuk spontanitas dan solidaritas anggota PERPAMSI terhadap Perumda yang terdampak bencana.
“Bantuan ini akan kami gunakan untuk perbaikan infrastruktur atau kebutuhan teknis Perumda, sesuai kebijakan teknis manajemen,” ujar Frans.
Ketua Perpamsi NTT, Jhony Sailman, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan rasa solidaritas dari sesama anggota Perpamsi.
“Bantuan ini dibagikan secara merata dan transparan kepada Lima Perumda yang terdampak gempa di Flores, yakni Sikka, Ende, Ngada, Manggarai, dan Manggarai Barat,” kata Jhony Sulaiman yang juga Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang.
Sementara itu Sekretaris Perpamsi NTT, Isidorus Lilijawa menjelaskan, penanganan dan pemulihan fasilitas air minum yang terdampak gempa membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Proses perbaikan infrastruktur Perumda yang rusak akan melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya, serta Balai Besar Wilayah Sungai Denpasar,” kata Isodorus yang juga Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang.
Menurut Lilijawa, walaupun bantuan dari Perpamsi tidak besar namun Perpamsi berharap bisa membantu memulihkan pelayanan air minum kepada masyarakat di Pulau Flores sehingga dapat kembali normal.
Bantuan Perpamsi diharapkan dapat mendukung pemulihan infrastruktur dan pelayanan air minum bagi masyarakat di lima wilayah Perumda yang terdampak gempa Flores.
(Andi Sulabessy)












