Kupangmetro — Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena resmi melepas peserta pawai Pembangunan dan Karnaval Budaya yang digelar Pemerintah Provinsi NTT pada Kamis, 14 Agustus 2026.
Pawai pembangunan dan karnaval budaya yang digelar Pemprov NTT yakni dalam rangka memeriahkan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan mengambil titik star di Jalan raya El Tari tepatnya dari depan Rumah Jabatan Gubernur NTT.
Sebanyak 69 kontingen yang terdiri dari organisasi perangkat daerah, baik Pemprov NTT maupun Pemkot Kupang serta instansi vertikal lainnya juga turut serta dalam memeriahkan pawai pembangunan dan karnaval budaya
Selain instansi pemerintah, pawai dan karnaval tersebut dikuti pula oleh pelajar, mahasiswa, paguyuban etnis, serta komunitas lainnya dengan menampilkan identitas dan kekhasan budaya daerah masing-masing.
Dan bukan saja menampilkan budaya masing-masing daerah, peserta pawai pembangunan juga mensosialisasikan program pemerintah serta pembangunan daerah yang telah dicapai.
Gubernur Melki Laka Lena mengatakan, pawai pembangunan dan karnaval budaya bukan sekadar memperingati hari kemerdekaan melainkan menjadi ruang bersama untuk menampilkan wajah NTT yang kaya akan budaya, sekaligus mencerminkan semangat persatuan dalam keberagaman.
“Pawai ini selalu dinantikan masyarakat karena menampilkan kekuatan NTT dalam berbagai bidang, mulai dari budaya, adat istiadat, kreativitas masyarakat hingga hasil-hasil pembangunan yang telah dicapai,” ujar Bapak Melki.
Gubernur berharap momentum peringatan kemerdekaan ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi pembangunan di seluruh wilayah NTT. Lanjutnya, antusiasme peserta pawai menunjukkan tingginya semangat masyarakat dalam menjaga warisan budaya sekaligus mengisi kemerdekaan dengan karya dan inovasi.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mendorong agar ada pastisipasi dan kolaborasi dari semua Masyarakat untuk mengembangkan produk unggulan daerah melalui pendekatan One Village One Product (OVOP), One City One Product (OCOP) dan One School One Product (OSOP). Program tersebut diharapkan mampu melahirkan produk-produk khas yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing tinggi.
“NTT memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan menjadi produk unggulan. Kolaborasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci agar potensi tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Hadir dalam acara pelepasan pawai pembangunan dan karnaval budaya tersebut diantaranya Ketua DPRD Provinsi NTT, Emelia J. Nomleni, Forkopimda Provinsi NTT, Para Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah serta sejumlah elemen masyarakat Kota Kupang.
(Andi Sulabessy)














