Kupangmetro — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, resmi mengukuhkan kepengurusan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Cabang Kota Kupang beserta Tim Eksekutif di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.
Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan program pembangunan keluarga di Kota Kupang. Bahkan, Kota Kupang tercatat sebagai daerah pertama di Nusa Tenggara Timur yang berhasil membentuk Tim Eksekutif PKBI sebagai motor penggerak berbagai program kemasyarakatan di tingkat akar rumput.
Wali Kota Christian Widodo menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari kemajuan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia dan ketahanan keluarga.
“Membangun kota bukan hanya membangun fisik, tetapi membangun manusia dan sosial kemasyarakatannya. Jika keluarga kuat, maka kota juga akan kuat,” tegasnya. Ia menggambarkan bahwa kekuatan Kota Kupang lahir dari keluarga-keluarga yang sehat dan harmonis di setiap lingkungan masyarakat.
“Cahaya Kota Kupang bukan berasal dari obor di kantor wali kota, melainkan dari lilin-lilin kecil yang dinyalakan di tingkat kecamatan, kelurahan, RT/RW, hingga ke dalam rumah tangga,” ujarnya.
Christian juga memberikan apresiasi atas terbentuknya Tim Eksekutif PKBI Kota Kupang karena tim tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Ia berharap PKBI tidak hanya berfokus pada pengendalian angka kelahiran, tetapi juga mengambil peran lebih luas dalam isu kesehatan reproduksi, pendidikan keluarga, vaksinasi, serta pemberdayaan perempuan dan anak.
“Alone we can do so little, but together we can do so much,” kata Christian mengutip tokoh kemanusiaan Helen Keller untuk menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Pengurus Daerah PKBI NTT, Agustinus L. Brewon, mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Kupang terhadap pengembangan organisasi tersebut. Menurutnya, PKBI yang berdiri sejak 1957 di Indonesia dan hadir di NTT sejak 1988, kini telah berkembang di 28 provinsi dengan tiga pilar utama, yakni Pengurus, Eksekutif, dan Forum Remaja.
“Kami sangat mengagumi visi Wali Kota Kupang yang memahami bahwa berbagai persoalan daerah, termasuk HIV, sering kali berakar dari persoalan keluarga. PKBI hadir bukan lagi sekadar mengurus jumlah anak, tetapi membangun keluarga yang berkualitas,” ujar Agustinus.
Ia mengingatkan pengurus dan Tim Eksekutif yang baru dikukuhkan agar segera menerjemahkan dukungan pemerintah menjadi program nyata yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Usai prosesi pengukuhan, kegiatan dilanjutkan dengan orientasi pengurus guna menyelaraskan arah dan program kerja PKBI Kota Kupang ke depan. Dengan terbentuknya kepengurusan dan Tim Eksekutif PKBI Kota Kupang, diharapkan berbagai program penguatan keluarga, kesehatan reproduksi, serta perlindungan perempuan dan anak dapat berjalan lebih efektif dan menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.
(andi sulabessy)













