SEBA – Kupangmetro.com – 16 Oktober 2025 – Para penumpang KMP Uma Kalada yang melayani rute Sabu, Raijua, dan Waingapu (Sumba) mengeluhkan kondisi tidak nyaman akibat bau kotoran babi yang sangat menyengat di dalam kapal. Keluhan ini mencuat karena banyak penumpang merasa terganggu selama pelayaran.
Diduga, KMP Uma Kalada telah beberapa kali mengangkut babi dari Kupang menuju Waingapu. Sumber-sumber menyebutkan bahwa kapal ini setidaknya sudah tiga kali melakukan pengangkutan serupa dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai standar kebersihan dan kenyamanan yang seharusnya menjadi prioritas utama kapal penumpang.
“Baunya sangat menyengat dan membuat kami sangat tidak nyaman selama perjalanan,” ungkap seorang penumpang yang memilih untuk tidak disebutkan namanya. “Kami sangat berharap pihak terkait segera bertindak agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Ini sangat mengganggu kenyamanan kami sebagai penumpang.”
Selain masalah bau, banyak kendaraan dari Sabu yang hendak menuju Raijua dan Waingapu juga mengalami penundaan keberangkatan. Penundaan ini disebabkan oleh adanya kendaraan roda enam dan roda empat yang mengangkut babi dari Kupang ke Waingapu, yang memprioritaskan pengangkutan hewan tersebut.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak pengelola KMP Uma Kalada terkait keluhan penumpang ini. Masyarakat berharap ada respons cepat dan solusi konkret untuk mengatasi masalah bau kotoran babi di dalam kapal, serta penundaan keberangkatan, demi kenyamanan seluruh penumpang.
*(Rinto)















