Kupangmetro — Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Aloysius Malo Ladi menegaskan, jajaran Bank NTT sebaiknya tetap memenuhi undangan rapat yang dikeluarkan oleh Lembaga DPRD NTT maupun Komisi 3 sebagai mitra kerja.
“Bank NTT itu adalah Bank milik masyarakat Nusa Tenggara Timur, sehingga tidak ada alasan untuk tidak hadir apabila diundang oleh DPRD NTT karena DPRD adalah lembaga yang mewakili masyarakat NTT”, ungkap Alo Ladi, Jumat (22/9/2023).
Menurutnya, kehadiran Pimpinan bersama staf Bank NTT dalam memenuhi undangan Komisi 3 DPRD NTT bertujuan untuk mendapat gambaran sepenuhnya bahwa apakah Bank NTT sedang baik atau sedang sakit. “Justru ketidakhadiran Bank NTT dalam memenuhi panggilan dari Komisi 3 akan menjadi tanda tanya bagi kami (DPRD NTT)”, ungkap Alo Ladi.
Alo Ladi yang juga Ketua DPD PKB NTT ini menambahkan, kehadiran Bank NTT pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi 3 DPRD NTT sangat diharapkan karena Bank NTT juga mendapat penyertaan modal yang tidak sedikit sehingga DPRD patut untuk meminta penjelasan dari pihak Bank NTT terkait pengelolaan anggaran apalagi lanjut Ladi, ada informasi yang diperoleh bahwa saat ini Bank NTT mengalami kerugian.
“Kami yang merupakan wakil rakyat patut mempertanyakan hal ini. Dan itulah alasan kami untuk meminta direktur dan segenap jajarannya untuk datang dan menjelaskan ini”, ungkap Alo Ladi.
Namun apabila pihak Bank NTT tidak menghadiri setiap undangan DPRD NTT untuk menjelaskan pengelolaan anggaran yang telah diberikan melalui penyertaaan modal lalu pertanggungjawabnya tidak ada maka sudah pasti DPRD NTT tidak tahu.
“Bank NTT jangan seperti sebuah lembaga yang tidak bisa disentuh sebab itu sangat tidak bagus. Untuk itu antara Bank NTT dan DPRD harus terus berkoordinasi”, tegasnya.
Kepada pemerintah Provinsi NTT melalui penjabat Gubernur Ayodhia Kalake, DPRD minta agar diupayakan bagaimana caranya supaya jangan sampai hal tersebut terus berulang karena dengan ketidakhadiran Bank NTT disetiap RDP dengan Komisi 3 DPRD NTT maka akan muncul dugaan yang mengarah pada kerugian yang dialami Bank NTT sehingga Dirut Bank NTT bersama jajarannya takut menghadapi DPRD untuk menjelaskan.
Terkait dengan peningkatan status menjadi Bank Devisa, Wakil Ketua DPRD NTT menyatakan apresiasinya karena untuk menjadi Bank Devisa tentunya tidak mudah karena ada persyaratan – persyaratan tertentu yang harus dipenuhi. “Kita juga turut bangga sebagai masyarakat Nusa Tenggara Timur ketika Bank NTT menjadi bank Devisa. ini artinya manajemen Perbankan sudah semakin bagus”, ungkapnya. (andi sulabessy)















