Kupangmetro – Universitas Nusa Cendana (Undana) menargetkan akan mengajukan 100 profesor baru dalam periode dua tahun ke depan (2026-2027).
Langkah progresif yang akan dilakukan Undana terungkap melalui Rapat Koordinasi Percepatan Pengusulan Jabatan Fungsional Guru Besar Tahun 2026 yang dipimpin Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng bersama jajaran Wakil Rektor pada Jumat (23/01/2026) di Aula Rektorat Undana.
Pertemuan tersebut juga menghadirkan 94 dosen berjabatan Lektor Kepala yang diproyeksikan segera meraih gelar akademik tertinggi.
Pendampingan Hingga Tuntas dan Pemangkasan Hambatan
Seperti yang dikutip dari website undana.ac.id, Rektor Undana Prof. Jefri Bale menegaskan bahwa akselerasi ini bukan sekadar mengejar angka statistik untuk Indikator Kinerja Utama (IKU) universitas, melainkan upaya serius dalam membenahi sistem administrasi.
Rektor berkomitmen untuk memfasilitasi para dosen dengan memangkas berbagai hambatan birokrasi yang selama ini dianggap memperlambat proses pengusulan.
“Undana hadir untuk memberikan pendampingan hingga tuntas. Kami tidak ingin dosen berjuang sendiri. Mulai dari sinkronisasi dokumen administrasi hingga pendampingan penulisan karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi, semuanya akan dikawal oleh tim khusus,” tegas Prof. Jefri Bale.
Solusi Konkret bagi Calon Guru Besar
Sebagai bentuk dukungan nyata, universitas telah menyiapkan sejumlah insentif dan fasilitas, antara lain:
Dukungan Pembiayaan; Subsidi untuk publikasi artikel ilmiah pada jurnal global.
Tim Percepatan ; Pembentukan tim khusus yang bertugas melakukan supervisi administratif secara integratif.
Klinik Publikasi ; Fasilitasi pendampingan intensif bersama pakar untuk menembus standar kualitas jurnal internasional.
Dukungan ini disambut positif oleh para dosen, salah satunya Dr. Ir. Jalaludin, M.Si. Ia menilai skema pendampingan ini adalah solusi langsung pada akar permasalahan yang selama ini menghantui calon Guru Besar, yaitu rumitnya penyelarasan data dan ketatnya standar publikasi.
Dampak bagi Akreditasi dan Layanan Mahasiswa
Peningkatan jumlah Guru Besar dipandang sangat krusial seiring dengan rencana strategis Undana untuk membuka sejumlah program studi baru dalam waktu dekat. Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., menambahkan bahwa kehadiran profesor baru akan berdampak langsung pada penguatan akreditasi institusi.
“Penambahan Guru Besar sejalan dengan peningkatan mutu riset dan pelayanan akademik kepada mahasiswa. Ini akan memperkuat reputasi Undana baik di tingkat nasional maupun internasional,” pungkas Prof. Annytha.
Melalui komitmen “Pendampingan Hingga Tuntas” ini, Undana optimis dapat mencetak sejarah baru dalam pengembangan sumber daya manusia unggul yang akan menjadi motor penggerak pembangunan di Nusa Tenggara Timur. (***/andi sulabessy)















