Kupangmetro — Sebagai bentuk penyaluran hobby Olah Raga Catur, Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas 1 Kupang, Lukas Laksana Frans, A.Md.IP., S.H., M.Hum. akan menyelenggarakan pertandingan Catur Lukas Frans Cup antar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) se Nusa Tenggara Timur.
Pertandingan Catur yang hanya melibatkan Pegawai Lapas se Nusa Tenggara Timur ini nantinya akan dilaksanakan selama Dua hari yakni tanggal 23 dan 24 Oktober 2026 di Kupang.
Kepala LPKA Kelas 2 Kupang, Lukas Laksana Frans menjelaskan, pertandingan Catur Lukas Frans Cup yang diselenggarakan di LPKA kelas 1 Kupang dibatasi hanya 2 orang dari masing-masing Lapas.
“Peserta dari luar Kupang dibatasi hanya 2 orang dari tiap-tiap Lapas karena menyangkut izin serta tugas dan tanggung jawab mereka di UPT masing-masing, kecuali Lapas Kupang yang tidak dibatasi jumlah pesertanya karena event ini dilaksanakan di Kupang sehingga peserta bisa menyusaikan,” jelas Lukas Frans, Kamis (8/10/2026) di Kupang.
Menurut Lukas Frans, karena event tersebut baru pertama diselenggarakan dan hanya melibatkan pegawai Lapas maka total hadiah yang diperebutkan sejumlah uang ditambah bonus dan trophy.
Ditambahkannya pula, walaupun pertandingan tersebut hanya antar pegawai Lapas, namun wasit yang dipakai merupakan wasit professional yang diminta langsung dari Percasi dengan menggunakan aturan Percasi pula.
“Menyangkut aturan pertandingan, kami telah bagikan ke UPT-UPT sehingga peserta yang mau ikut event ini sudah mempelajari semua aturan yang ada dalam pertandingan Catur,” jelas Frans.
Untuk technical meeting sesuai jadwal akan dilaksanakan sehari sebelum pertandingan yakni pada tanggal 22 Oktober 2026 yang berlangsung di Kantor LPKA Kelas 1 Kupang dengan harapan agar seluruh peserta mendapatkan penjelasan terkait tata cara pertandingan yang disampaikan oleh Wasit yang akan memimpin pelaksanaan pertandingan dimaksud.
Secara teknis lanjut Lukas Frans, Pertandingan Catur Lukas Frans Cup 2026 menggunakan system nilai yakni Menang mendapat nilai 1, Remis mendapat nilai ½ dan kalah tidak mendapat nilai serta juga akan menggunakan waktu atau timer berpikir selama 30 menit untuk setiap langkah catur.
Pertandingan Catur Lukas Frans Cup tahun 2026 menurutnya telah mendapat izin dari Kepala Kantor Wilayah Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Nusa Tenggara Timur untuk menggunakan fasilitas Dinas berupa tempat. Sedangkan hadiah menjadi tanggungan Kepala LPKA Kelas 1 Kupang selaku penggagas.
“Saya sebagai Kepala LPKA sudah meminta izin dan mendapt dukungan dari Kakanwil karena event ini dianggap ini sebagai kegiatan positif yang dapat menjalin persahabatan antara pegawai Imipas,” kata Lukas Frans.
Ditambahkannya, pelaksanaan pertandinan Catur Lukas Frans Cup Tahun 2026 merupakan event yang baru pertama digelar sehingga apabila animo peserta dari kalangan Lapas cukup besar maka diharapkan pada Tahun berikutnya akan di gelar Lukas Frans Cup II yang tidak terbatas hanya untuk kalangan Lapas tetapi akan dibuka untuk umum.
(Andi Ilham Sulabessy)












