Kupangmetro — Memasuki musim kemarau, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Kota Kupang telah menyiapkan langkah antisipasi guna menjaga ketersediaan air bersih.
Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa menyebut kondisi alam saat musim kemarau memicu terjadinya kekeringan yang berdampak pada menurunya debit mata air sehingga menjadi tantangan bagi Perumda Air Minum Kota Kupang.
“Ini tantangan yang harus bisa diantisipasi oleh Perumda Air Minum Kota Kupang dalam melayani pelanggan. Untuk itu kami akan kembali menggunakan pelayanan air bersih dari BLUD SPAM,” jelas Isodorus Lilijawa, di Kantornya, Rabu (30/09/2026).
Menurut Isidorus, penggunaan air bersih dari BLUD SPAM sebelumnya pernah ada, namun karena sudah Empat Tahun tidak digunakan oleh Perumda Air Minum Kota Kupang maka sebelum menggunakannya kembali, pihaknya akan melakukan pemeriksaan ulang terhadap jaringan perpipaan yang ada.
“Persoalannya sudah Empat Tahun tidak digunakan sehingga untuk memastikannya kembali apakah jaringannya masih baik atau tidak, atau meternya masih berfungsi atau tidak maka kami perlu periksa kembali, inikan kita membeli air curah dari SPAM Provinsi sehingga perlu dilakukan diuji coba sebelum dialirkan ke pelanggan,” jelasnya.
Selain itu, untuk mengantisipasi ketersediaan air minum kepada pelanggan, Perumda Air Minum Kota Kupang juga akan membagi jadwal alir menjadi seminggu sekali dengan jam alir juga dibatasi. “Kalau biasanya setiap hari air mengalir, tetapi karena kekurangan debit air akibat kemarau, maka seminggu mungkin cukup sekali dengan waktu alir juga dibatasi,” katanya.
Menurut prakiraan Dirut Perumda Air Minum Kota Kupang, Isodorus Lilijawa, pada musim kemarau, jumlah debit air yang ada pada semua sumber bisa berkurang hingga 50 persen bahkan bisa lebih dari itu sehingga pihaknya menghimbau kepada pelanggan agar menggunakan air dengan bijak.
Namun demikian katanya pihak Perumda Air Minum Kota Kupang tetap berusaha untuk melayani pelanggan dengan menggunakan sumber-sumber air lainya yang ada disekitar yang debitnya masih cukup untuk dialirkan ke pelanggan.
Selain itu, guna menyikapi kekurangan debit air pada sumber-sumber air yang ada akibat musim kemarau, pihak Perumda Air Minum Kota Kupang juga telah melakukan kordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang dengan meminta bantuan tangki air untuk menyuplai air ke wilayah terdampak.
“Untuk wilayah terdampak akan disiapkan tandon untuk diisi air kemudian diambil oleh masyarakat,”jelas Iso
(Andi Sulabessy)












