Kupangmetro — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan, sistem distribusi obat merupakan mata rantai vital dalam pelayanan kesehatan karena menentukan cepat atau lambatnya masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan.
“Sistem distribusi obat merupakan mata rantai vital dalam pelayanan kesehatan karena menentukan cepat atau lambatnya masyarakat memperoleh layanan yang dibutuhkan,” kata Wali Kota Kupang,dr.Christian Widodo saat meresmikan kantor dan gudang baru PT Anugrah Pharmindo Lestari (APL) Kupang, belum lama ini.
Wali Kota Kupang juga mengharapkan agar fasilitas baru tersebut dapat memperkuat jaringan distribusi farmasi yang aman, bermutu, dan andal di Kota Kupang maupun Provinsi Nusa Tenggara Timur.
“Sering kali kita berbicara tentang pelayanan kesehatan dari sisi rumah sakit, dokter, perawat, maupun puskesmas. Padahal ada satu mata rantai penting yang tidak boleh terputus, yaitu distribusi obat. Ketika distribusi obat terhambat, maka pelayanan kesehatan juga akan ikut terhambat,” kata dr. Christian.
Menurut dia, distribusi obat tidak dapat dipandang semata sebagai aktivitas pengiriman barang, melainkan bagian dari upaya menghadirkan harapan bagi pasien yang menunggu kesembuhan.
“Mendistribusikan obat bukan hanya mendistribusikan barang, tetapi juga mendistribusikan harapan. Di setiap obat yang dikirim ada pasien yang menunggu kesembuhan, tenaga kesehatan yang menunggu untuk memberikan pelayanan tepat waktu, dan keluarga yang menaruh harapan. Ini tidak hanya sekedar meresmikan sebuah gudang, tetapi memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Wali Kota juga mengapresiasi investasi PT APL melalui pembangunan kantor dan gudang baru yang memenuhi standar distribusi farmasi. Menurutnya, investasi di sektor kesehatan memiliki dampak yang lebih luas karena tidak hanya mendukung pelayanan publik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.
Pemerintah Kota Kupang kata Wali Kota berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui kemudahan berusaha dan kolaborasi dengan dunia usaha.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Dunia usaha, TNI-Polri, komunitas, lembaga keagamaan, dan seluruh masyarakat harus bergandengan tangan,” katanya.
Presiden Direktur PT Anugrah Pharmindo Lestari, Christophe Piganiol, mengatakan perusahaan telah melayani wilayah Kupang sejak 1996. Pembangunan kantor dan gudang baru tersebut merupakan bagian dari investasi perusahaan untuk memperkuat sistem distribusi obat berstandar internasional di Nusa Tenggara Timur.
Menurut dia, fasilitas tersebut dilengkapi ruang penyimpanan berpendingin (cold room), sistem pengendalian suhu, generator cadangan, serta sistem penyimpanan modern untuk menjaga mutu obat hingga diterima oleh fasilitas pelayanan kesehatan dan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM Kupang, melalui Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar POM Kupang, Maria Meliana Waty Parera mengapresiasi komitmen PT APL dalam menerapkan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB).
“Fasilitas baru itu diharapkan menjadi contoh bagi distributor farmasi lainnya dalam menjamin ketersediaan obat yang aman, bermutu, dan berkhasiat di Nusa Tenggara Timur,” katanya.
Menurutnya, investasi tersebut menjadi bagian dari penguatan ekosistem pelayanan kesehatan di Nusa Tenggara Timur melalui sistem distribusi farmasi yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan.
(Andi Sulabessy)













