Kupangmetro — Guna memantau tumbuh kembang anak dan mencegah stunting, Pemerintah Kota Kupang telah mendistribusikan alat Antropometri Kit digital kepada para kader posyandu di wilayah Kecamatan Kelapa Lima.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kelapa Lima, Victor Arnoldus Yansenss Dimoe Heo mengatakan, pembagian alat Antropometri Kit digital kepada para kader posyandu merupakan upaya Pemerintah Kota Kupang dalam mencegah stunting.
“Dewan memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang yang telah mendistribusikan alat Antropometri Kit digital ke Posyandu-Posyandu. Selama ini Dewan konsisten mendorong standarisasi alat ukur guna memastikan validitas dan akurasi data stunting di lapangan,” kata Dimu Heo di Kupang.
Alat Antropometri Kit Digital adalah seperangkat alat ukur kesehatan digital untuk menilai ukuran, berat, dan dimensi tubuh manusia. Alat Antropometri Kit Digital biasaya dipakai di Posyandu dan Puskesmas untuk memantau tumbuh kembang anak dan mencegah stunting.
Alat antropometri kit ini biasanya mencakup alat untuk mengukur tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan lingkar lengan. Data yang dihasilkan membantu tenaga kesehatan dalam menilai status gizi dan perkembangan, serta mendeteksi masalah kesehatan secara dini.
Menurut Victor Dimu Heo, penggunaan antropometri kit mendukung program kesehatan masyarakat dan intervensi gizi, memastikan anak-anak tumbuh dengan sehat dan sesuai standar pertumbuhan yang ditetapkan.
Dengan demikian katanya, ketepatan alat ukur adalah fondasi utama dalam menentukan intervensi gizi yang tepat bagi anak-anak karena dengan adanya Antropometri Kit digital, para kader posyandu memiliki instrumen yang presisi untuk mendeteksi dini gejala stunting pada balita.
“Ini meminimalisir risiko kesalahan data yang selama ini mungkin terjadi akibat penggunaan alat ukur konvensional,” ujar Victor.
Ia berharap, distribusi fasilitas penunjang yang semakin memadai ini dapat meningkatkan motivasi para kader untuk lebih optimal dalam melakukan skrining kesehatan berkala. Upaya ini diyakini mampu terus menekan prevalensi stunting di Kota Kupang yang saat ini menunjukkan tren positif di angka 16,6 persen.
Sebelumnya ketua Tim Penggerak PKK Kota Kupang, dr. Widya Cahya menyebut saat ini angka stunting di Kota Kupang ada pada posisi 16,5 persen. Namun angka stunting tersebut masih dibawah 17 persen sehingga pemerintah bersama PKK Kota Kupang terus berupaya menekan tingkat prosentase yang tidak boleh melebihi 17 persen.
Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr, Retno menjelaskan, penyebab stunting karena disebabkan kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mulai dari dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun.
“Kondisi ini dipicu oleh kurangnya asupan protein hewani dan zat gizi penting, infeksi berulang, serta pola asuh dan sanitasi yang kurang baik kekurangan gizi kronis dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 HPK,” jelas dr. Retno.
(andi sulabessy)













