Kupangmetro — Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Wini merupakan Lembaga Pemerintah dibawah Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut (Hubla), Kementerian Perhubungan, yang berlokasi di Wini, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala UPP Kelas III Wini, Abdul Syukur Aklis, SE menjelaskan, Pelabuhan Wini awalnya masih berada dibawah Wilayah Kerja (Wilker) Pelabuhan Atapupu, Kabupaten Belu sehingga status Kepala Pelabuhan yang memimpin Pelabuhan Wini saat itu masih ditunjuk oleh Kepala Pelabuhan Atapupu dengan surat tugas.
Namun pada tahun 2023, tepatnya tanggal 20 September 2023, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan, Pelabuhan Wini berubah status dari Wilker menjadi UPP Kelas III sehingga status Pelabuhan Wini setara dengan Pelabuhan Atapupu.
“Secara struktur sama-sama bertanggungjawab langsung ke Ditjen Hubla Kemenhub RI di Jakarta,” jelas Abdul Syukur.
UPP Kelas III Wini mempunyai fungsi sebagai otoritas pelabuhan yang melaksanakan fungsi pengaturan, pengendalian, pengawasan kegiatan kepelabuhanan, dan pemberian pelayanan jasa kepelabuhanan untuk pelabuhan yang belum diusahakan secara komersial.
UPP Kelas III Wini juga mempunyai peran yang sangat strategis karena Pelabuhan Wini merupakan gerbang perekonomian di kawasan utara yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste, khususnya Distrik Oecusi.
Pengembangan Pelabuhan Wini juga tidak terlepas dari dukungan dari Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten TTU yang menginginkan Pelabuhan Wini dapat disinggahi oleh kapal Pelni, guna meningkatkan arus barang dan penumpang di wilayah tersebut.
Dalam pelayanan jasa transportasi laut, UPP Kelas III Wini melalui Kepala UPP Kelas III Wini, Abdul Syukur Aklis selalu aktif dalam upaya meningkatkan kapasitas (Capacity Building) berupa peningkatan Sumber Daya Manusia serta pembenahan infrastruktur pelabuhan.
Untuk peningkatan SDM, sejak tahun 2024 dan 2025, UPP Kelas III Wini mendapat tambahan personil dari Kementerian Perhubungan sebanyak 16 orang tamatan Sekolah Kedinasan Kementerian Perhungan selain pegawai organik yang sudah ada sebelumnya termasuk dari UPP Atapupu guna membantu pelaksanaan tugas sehari-hari di UPP Wini.
Selain peningkatan SDM, UPP Kelas III Wini dibawah pimpinan Abdul Syukur Aklis juga melakukan pembenahan infrastruktur Pelabuhan berupa perbaikan Fender pelabuhan (komponen karet yang dipasang pada dinding dermaga untuk menahan benturan guna mencegah kerusakan struktur dermaga, red), serta infrastruktur pelabuhan.
Selain itu sebagai Kepala UPP Pelabuhan Wini, Abdul Syukur juga membantu Pemerintah Kabupaten TTU melakukan koordinasi ke Ditjen Hubla Kemenhub serta PT Pelni agar Pelabuhan Wini dapat disinggahi Kapal milik Pelni guna membantu masyarakat dalam upaya memangkas biaya perjalanan masyarakat yang membutuhkan jasa pelayaran.
Saat ini Pelabuhan Wini juga dapat disandari oleh kapal-kapal besar pengangkut kontainer karena kedalam laut di Pelabuhan Wini telah disounding kedalamannya dengan menggunakan teknologi sonar yakni mencapai 35 meter kedalaman sehingga olah gerak kapal besar sangat memungkinkan karena tidak ada hambatan.
Selain kapal barang, Pelabuhan Wini juga disinggahi kapal Perintis serta kapal pengangkut hewan.
(Andi Ilham Sulabessy)













